Walikota Mentor Diklat PIM II Angkatan XXI PANADA LINI Kedepan Dapat Menjadi Solusi Manado Menjadi Kota Layak Huni

Administrator | Kamis, 05 September 2019 - 09:13:41 WIB | dibaca: 18 pembaca

Banten - Kepala Bapelitbangda Kota Manado, DR. Liny tambajong pada Rabu (04/09) melakukan presentasi rancangan proyek perubahan Diklat PIM 2 di BPSDMD Provinsi Banten,Pandeglang. 

 

 

Seperti dikutip dari humas.manadokota.go.id , Berbagai inovasi dalam pelayanan berbasis informasi dan teknologi terus dikembangkan oleh jajaran pemerintah kota manado, salah satunya Panada Lini, (Portal Analisis data lintas instansi), yang dibangun oleh DR. Lini Tambajong, M.Si,Kaban Bapelitbangda Kota Manado, dalam materi proyek perubahan Diklat PIM 2 di BPSDMD Banten.

Pada kesempatan tersebut Walikota Manado, DR. Ir. GS Vicky Lumentut, SH, M.Si, DEA, hadir sebagai mentor, memberikan support dan apresiasi terhadap rancangan proyek perubahan Kaban Bapelitbangda Kota Manado, yang merupakan pengembangan aplikasi Panada berbasis spasial yang dikembangkan pemerintah Kota Manado kini berkembang dalam berbagai fitur dan multiplikasi pemanfaatan. “Aplikasi Panada-Lini Kedepannya, dapat menjadi solusi Manado menjadi kota layak huni,” ujar Walikota.

Selesai presentasi rancangan proyek perubahan di BPSDMD Banten, Kaban Liny menyampaikan terima kasih kepada Walikota yang sudah bersedia menjadi mentor dan hadir tepat waktu di pandeglang. “Judul Proyek Perubahan Model Standar Pelayanan Perkotaan Kota Manado menggunakan PANADA-LINI (Portal Analisis Data Berbasis Peta-Lintas Instansi). Semoga 2 bulan kedepan aplikasi ini jadi dan siap disimulasikan pada ujian akhir bulan November” Ujar Kaban.

Ditambahkannya,Panada-Lini adalah suatu model SPP yang tersistem dalam Portal Analisis Data berbasis Peta Lintas instansi sebagai alat untuk mengukur penyediaan layanan perkotaan apakah sudah bisa dikategorikan sebagai Kota Layak Huni. 4 Standar dan 29 Pelayanan Perkotaan akan diformulasikan dalam portal big data, dipetakan penyebaran infrastrukturnya dan dianalisis.

Lanjut, Kaban Bapelitbangda Kota Manado ini, Hasil analisis SPP akan menghasilkan SPP manakah yang masih ada gap. Misalnya, pemenuhan Air minum baru 67% yang terlayani, maka masih ada 33% yang harus dipenuhi oleh Kota untuk memenuhi pelayanan. Dimana saja yang belum terlayani, bisa dilihat dalam aplikasi Panada.

“Di Panada-Lini nantinya bisa dilihat berapa kebutuhan untuk Kota Manado dan berapa yang sudah terlayani. Sehingga pengusulan kegiatan perangkat daerah tepat sasaran.” Ucapnya kembali. (Sumber: humas.manadokota.go.id)